IGOS, Sebuah Sejarah Open Source

Indonesia, Go Open Source! disingkat IGOS adalah sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka ( Open Source Software ) di Indonesia.
IGOS dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh 5 kementerian, yaitu :
- Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Menristek),
- Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo),
- Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham),
- Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara,
- dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).
Kemudian pada IGOS Summit II tanggal 27-28 Mei 2008, 18 kementerian dan kepolisian turut menandatangani MoU lanjutan, yaitu:
- Departemen Komunikasi dan Informatika,
- Kementerian Negara Ristek,
- Sekretariat Negara,
- Kementerian Negara BUMN,
- Kementerian Negara PAN,
- Bappenas,
- Departemen Koperasi & UKM,
- Departemen Perhubungan,
- Departemen Pendidikan Nasional,
- Departemen Perindustrian,
- Departemen Sosial,
- Departemen Agama,
- Departemen Kehutanan,
- Departemen Keuangan,
- Departemen Dalam Negeri,
- Departemen Hukum dan HAM,
- Departemen Perdagangan,
- serta Kepolisian RI.
Gerakan ini melibatkan seluruh stakeholder TI (akademisi, sektor bisnis, instansi pemerintah, dan masyarakat) yang dimulai dengan program untuk menggunakan perangkat lunak sumber terbuka di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan dengan langkah ini dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak legal. ( Sumber tulisan : Buku panduan Blankon 4 )



