• JAM KERJA SOLO FOSS-ID

    Senin - Jum'at

    20.00 WIB - 22.00WIB


    TAJDID LINUX

Archive for September, 2008

Manual Penggunaan Open Office Writer

Berikut manual book penggunaan Open Office Writer. dapat di dunlud di sini yang diambil dari UGOS, dengan file PDF. semoga dapat bermanfaat.

openoffice-writer-manual

Susunan Directory di Linux

Di dalam Linux menggunakan filesystem dimana directory akan tersusun ke dalam hirarkis tunggal. Berbeda dengan struktur di windows dimana susunan directory ditentukan dengan kondisi partisi dan harddisk. Bentuk drive di windows merupakan representasi dari partisi dimana huruf C diberikan untuk partisi pertama di harddisk pertama. DI Linux tidak mengenal konsep drive. Berbagai macam partisi dapat di mount kedalam direktori yang berada di dalah struktur direktori linux.

Di Windows, untuk menunjukkan lokasi sebuah file, kita menuliskan seperti ini;

D:\Folder\tempat\menyimpan\file.txt

DI lingkungan Linux, untuk menunjukkan sebuah lokasi file, berupa serpti berikut;

/Folder/tempat/menyimpan/file.txt

Dari kedua perbedaan diatas, kita dapat mudah melihat perbedaan penggunaan slash di Linux versus backslashes di Windows. Danjuga tidak adanya nama drive (C:, D:, E: dll). Pada saat komputer booting, ‘partisi root’ akan di mount di / dan seluruh file, direktori dan device akan di mount dibawah /. Perlu juga diingat bahwa penamaan file dan direktori di Linux adalah case-sensitive, yaitu huruf besar dan huruf kecil merupakan karakter yang berbeda. Read the rest of this entry »

UNetbootin – Universal Netboot Installer – Linux on USB

Selain Windows, sistem operasi Linux juga bisa dijalankan dari sebuah USB (flash disk). Hanya dalam 5 menit, Anda dapat menginstal Linux dari USB.

Anda bisa menggunakan tools bernama UNetbootin. Untuk bisa menginstal Linux dari flash disk, Anda wajib memiliki flash disk berkapasitas meinimal 1GB.

Selain USB, pastikan Anda telah menentukan distribusi Linux yang diinginkan, yaitu: Arch linux, BackTrack, CentOS, CloneZilla, Damn Small Linux, Debian, Dream Linux, Elive, FaunOS, Fedora, Frugalware, Gentoo, Gujin, Kubuntu, Linux Mint, Mandriva, netBSD, NTPasswr, openSUSE, Ophcrack, Parted Magic, PClinuxOS, Puppy Linux, Slax, SliTaZ, Smart Boot Manager, Super Grub Disk, Ubuntu, Xubunu, Zenwalk.

Sebagai contoh, instalasi kali ini menggunakan distro Linux BackTrack 3 dan Ubuntu 8.04.1 LTS, dengan USB Kingstone DataTraveler 2.0 1GB. Berikut langkah-langkah instalasinya.

Read the rest of this entry »

Instalasi FreeRadius pada Ubuntu Server 8.04

# apt-get install apache2

# apt-get install php5-common php5-gd php-pear php-db libapache2-mod-php5

# apt-get install php5-mysql

# apt-get install mysql-server-5.0

# apt-get install freeradius

# apt-get install freeradius-mysql

# mysql –u root –p

CREATE DATABASE radius;

GRANT ALL ON radius.* TO radius@localhost IDENTIFIED BY “radpass”;

exit;

Read the rest of this entry »

Load Balancing dengan Debian Etch

Setelah Sekian Lama, utak atik Load Balancing dengan Debian etch.. akhirnya bisa sukses juga.

Adapun gambaran jaringan yg dibuat adalah sebagai berikut :

eth0 (192.168.1.100) terhubung ke modem1 dengan ip 192.168.1.1 pada network : 192.168.1.0/24
eth1 (192.168.2.100) terhubung ke modem2 dengan ip 192.168.2.1 pada network : 192.168.2.0/24

eth2 (192.168.15.1) adalah untuk jaringan localnya dengan network : 192.168.15.0/24

Read the rest of this entry »

Buat Router sebagai Gateway Internet di Debian

Bagi seorang NewBie dalam hal Linux Server dan berkeinginan membuat router sebagai gateway internet jangan khawatir deh. Disini akan saya bantu anda membuat Router/Gateway internet menggunakan Debian Woody 3rc6.

Dalam tutorial ini diwajibkan menyiapkan beberapa hal yg saya sarankan, antara lain sebagai berikut :

1. Gadis cantik, Pacar ataukah Istri anda (Very Important)

2. PC Router Pentium I / AMD K6, disarankan Pentium II keatas.

3. CD-Rom dan 2 Ethernet(minimal) yang udah nempel di PC.

4. 9 (sembilan)keping CD Debian Woody 3rc6.

5. Secangkir Kopi Susu. Dianjurkan tanpa rokok.

Pertama-tama install debian anda dengan installan Base System. Jangan lupa menuruti permintaan Install Wizard untuk scan 9 keping CD (Penting dalam database systemnya). Maaf saya tidak menjelaskan installasi Debian secara Detail. Setelah installasi selesai, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. .:: Set IP Address eth0 dan eth1.

Pengsian berdasarkan asumsi sebagai berikut;

eth0 terhubung ke jaringan lokal / client internet

eth1 terhubung ke Modem ADSL atau WiFi dengan ip 10.1.1.1

Set eth0 dengan ip 192.168.0.254 dan eth1 10.1.1.2

# vi /etc/network/interfaces

auto eth0

iface eth0 inet static

address 192.168.0.254

netmask 255.255.255.0

broadcast 192.168.1.255

auto eth1

iface eth1 inet static

address 10.1.1.2

netmask 255.255.255.0

broadcast 10.1.1.255

gateway 10.1.1.1

2. ..::Install Bind 9 sebagai DNS server.

# apt-get install bind9

setelah selesai terinstall lakukan setting:

# vi /etc/bind/named.conf

masukkan perintah ;

// add entries for other zone below here

zone “domain yang diinginkan” IN {

type master;

file “db.domain”;

};

zone “0.168.192.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “db.ip”;

};

*lalu buat file db.domain dan db.ip , letak posisi file di /var/cache/bind/

.::db.domain

; chuprex.net

$TTL 604800

@ IN SOA ns1.chuprex.net. root.chuprex.net. (

2006020201 ; Serial

604800 ; Refresh

86400 ; Retry

2419200 ; Expire

604800); Negative Cache TTL

;

@ IN NS ns1

IN MX 10 mail

IN A 192.168.0.254

ns1 IN A 192.168.0.254

mail IN A 192.168.0.2 ; We have our mail server somewhere else.

www IN A 192.168.0.254

client1 IN A 192.168.0.1 ; We connect to client1 very often.

.:: db.ip

; chuprex.net

$TTL 604800

@ IN SOA ns1.chuprex.net. root.chuprex.net. (

2006020201 ; Serial

604800 ; Refresh

86400 ; Retry

2419200 ; Expire

604800); Negative Cache TTL

;

@ IN NS ns1

IN MX 10 mail

ns1 IN PTR 192.168.0.254

254 IN PTR ns1

254 IN PTR ns1.chuprex.net

** Setting file resolv.conf , posisi di /etc/resolv.conf

nameserver 192.168.0.254

domain chuprex.net

domain www.chuprex.net

**setelah itu restart bind

/etc/init.d/bind9 restart

2. ..:: Sekarang saatnya edit Routing Setting :

**Edit file ipv4_forward untuk memForwardkan ip dari 2 eth.

#vi /etc/network/options

ip_forward = yes

spoofprotect = yes

syncookies = no

**Masukkan rule iptables untuk share internet dari eth1 ke eth0.

#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth1 -j MASQUERADE

untuk mempermanenkan rule iptables, jangan lupa menyimpannya.

#iptables-save

Sekian aja ya, setting router sederhana sudah selesai. Ooops, ternyata ada yg tertinggal.

**:: Restart setting network anda.

#/etc/init.d/networking restart

Ini baru sekian…. :)

Dikutip dari : http://linux.or.id

Install NetBeans 6.0.1 di Linux

NetBeans adalah program IDE (Integrated Development Environment) sebagai alat bantu untuk mengembangakan aplikasi dengan bahasa pemrograman java. Sebelum menginstall netbeans tentu saja kita harus punya program installernya terlebih dahulu. installer netbeans bisa di download dari situs netbeans, pilih bahasa yang diinginkan dan platform sistem yang digunakan, jika akan menginstall di linux pilihlah platform Linux(x86/x64), lalu pilih bundle/paket yang akan didownload/unduh. Ada beberapa paket kompiler yang bisa dipilih, diantaranya Java enterprise/web, Java mobility (micro), Java standard, Ruby, C/C++, PHP, serta paket lengkap yang mencakup semuanya. lalu akan didapat file installer dengan nama netbeans-6.0.1-ml-linux.sh untuk paket yang lengkap (paket kompiler yang lain nama file installernya berbeda).

ubah permission flle agar bisa dieksekusi dengan perintah

chmod a+x netbeans-6.0.1-ml-linux.sh

lalu login sebagai root dan jalankan file tersebut dengan perintah

./netbeans-6.0.1-ml-linux.sh

Read the rest of this entry »

openSUSE 11.0 Preview 1 : Proses & Media Instalasi, Simple & Faster

openSUSE 11.0 akan dirilis pada tanggal 19 Juni 2008, kurang lebih 2 minggu dari sekarang. Apa saja feature menarik yang disiapkan pada openSUSE 11.0 ? Artikel openSUSE 11.0 Preview ini akan membahas secara detail feature yang ditawarkan oleh openSUSE, dimulai dengan yang pertama, yaitu perubahan drastis pada proses instalasi openSUSE 11.0

DVD Instalasi

Proses instalasi pada openSUSE 11.0 menggunakan feature terbaru dari QT4 yang menjadi pondasi bagi KDE 4. Penggunaan QT4 ini membawa perbaikan pada kecepatan proses instalasi dan kemudahan melakukan styling pada wizard instalasi. Stephan Kulow-openSUSE project manager- dan Jakub Steiner-openSUSE graphic Designer-berkolaborasi untuk membuat proses instalasi berjalan dengan cepat dan dengan tampilan yang chic menyejukan mata.

Desktop Selectionos110beta2-inst4-thumb.jpgos110beta2-inst9-thumb.jpg

Paduan antara warna hijau dengan warna gelap yang sophisticated ini tidak hanya terdapat pada proses instalasi, melainkan terdapat juga pada boot dan splash screen.

Quicker, Faster, Smarter

Proses instalasi openSUSE 11.0 mengadopsi berbagai perbaikan dalam hal metode dan proses instalasi. Jika instalasi pada openSUSE 10.3 masih membutuhkan tahapan yang cukup banyak, openSUSE 11.0 hanya membutuhkan 7 kali klik, itupun sebagian besar hanya Yes, No dan Next :-) . Untuk melihat feature dalam bentuk presentasi, silakan download file presentasi Stephan Kulow pada LinuxTag 2008.

Dari sisi kecepatan, proses instalasi berjalan lebih cepat karena openSUSE 11.0 mengadopsi model instalasi berbasis pattern image. Instalasi berbasis pattern image jauh lebih cepat karena software sudah dikelompokkan kedalam satu set pattern tertentu. Instalasi untuk KDE 4 Desktop misalnya, sudah dikelompokkan dalam 1 pattern tertentu sehingga YAST tidak perlu mencari dan melakukan instalasi software satu per satu. Duncan Mac Vicar membuat beberapa posting blog mengenai kualitas instalasi berbasis pattern disini, sana, sono dan situ :-) .

Perubahan lain dari sisi instalasi adalah penggunaan LZMA payload dari bzip2, yang berdampak pada ukuran file RPM yang lebih kecil. Hasil akhirnya adalah CD/DVD memuat software yang lebih banyak, proses download jauh lebih cepat dan proses decompresi menjadi lebih singkat. Perubahan ini sendiri membuat proses instalasi untuk 1 file RPM bisa mencapai 2.6X lebih cepat.

Kesemua perbaikan membuat proses instalasi dapat dilakukan hanya dalam waktu 20 menit !

Catatan : Tentu tergantung pada kecepatan dan memori komputer. Lama waktu diatas adalah standar untuk Pentium 4 dengan memori 512 MB, dilakukan untuk instalasi LiveCD.

Instalasi Melalui CD (Live Installer)

openSUSE 11.0 hanya akan meniadakan 1 CD instalasi. Jika openSUSE 110.3 memiliki 1 CD installl (Gnome atau KDE), 1 CD LIve (Gnome atau KDE) dan 1 DVD Install, openSUSE 11.0 hanya akan menyediakan 1 LIveCD (Gnome atau KDE) dan DVD Install lengkap.

openSUSE LiveCD dapat dijalankan langsung melalui booting via CD ROM dan diinstall ke harddisk melalui menu yang ada pada desktop.

Fasilitas LiveUSB masih dalam tahap experiment namun saya pribadi akan menyediakannya begitu openSUSE 11.0 secara resmi dirilis. Proses pembuatan LiveUSB dapat dengan mudah dilakukan menggunakan KIWI atau melalui Windows !

os110beta3-live-inst2-thumb.png os110beta3-live-inst6-thumb.pngGNOME Live CD Installer

LiveCD bisa digunakan sebagai media test drive fasilitas yang ada pada openSUSE 11.0. Proses instalasinya juga sangat mudah dan hanya membutuhkan beberapa langkah singkat.

Dikutip dari : http://www.vavai.com